Teknologi Informasi
Teknologi
Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu
manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau
menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan
tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya
berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga
elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel).
1. Sejarah Teknologi Informasi
Pada awal sejarah,
manusia bertukar informasi melalui bahasa.
Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan
seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain tetapi itu tidak
bertahan secara lama karena Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang
berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama.
Selain itu jangkauan suara juga terbatas.
Setelah
itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar.
Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa
dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan
lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada
sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi
yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan
cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu
gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan
penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan
alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian,
teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi.
Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat
tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.
2. Perkembangan Teknologi Informasi Dari
Masa Ke Masa
1.Masa Prasejarah.
Pada zaman ini, teknologi informasi dan komunikasi yang dilakukan
oleh manusia berfungsi sebagai sistem untuk pengenalan bentuk-bentuk yang
manusia kenal. Untuk menggambarkan informasi yang diperoleh, mereka
menggambarkannya pada dinding-dinding gua tentang berburu dan binatang
buruannya. Pada masa ini, manusia mulai mengidentifikasi benda-benda yang ada
di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka, kemudian melukiskannya pada
dinding gua tempat tinggalnya. Awal komunikasi mereka pada zaman ini hanya
berkisar pada bentuk suara dengusan dan menggunakan isyarat tangan. Pada zaman
prasejarah mulai diciptakan dan digunakan alat-alat yang menghasilkan bunyi dan
isyarat, seperti gendang, terompet yang terbuat dari tanduk binatang, dan
isyarat asap sebagai alat pemberi peringatan terhadap bahaya.
A. 300 SM.
Pertama kali, tulisan
digunakan oleh bangsa Sumeria dengan menggunakan simbol-simbol yang dibentuk
dari piktografi sebagai huruf. Simbol atau huruf-huruf ini juga
mempunyai bentuk bunyi (penyebutan) yang berbeda sehingga mampu menjadi kata,
kalimat, dan bahasa.
B. 2900 SM.
Bangsa Mesir Kuno
menggunakan huruf hieroglif. Hieroglif merupakan bahasa simbol, dimana
setiap ungkapan diwakili oleh simbol yang berbeda. Jika simbol-simbol tersebut
digabungkan menjadi satu rangkaian, maka akan menghasilkan sebuah arti yang
berbeda. Bentuk tulisan dan bahasa hieroglif ini lebih maju dibandingkan dengan
tulisan bangsa Sumeria.
C. 500 SM.
Pada 500 SM, manusia
sudah mengenal cara membuat serat dari pohon papyrus yang tumbuh di sekitar
sungai Nil. Serat papyrus dapat digunakan sebagai kertas. Kertas yang
terbuat dari serat pohon papyrus menjadi media untuk menulis atau media untuk
menyampaikan informasi yang lebih kuat dan fleksibel.
D. 105 SM.
Pada masa ini, bangsa
Cina berhasil menemukan kertas. Kertas yang ditemukan oleh bangsa Cina pada
masa ini adalah kertas yang kita kenal sekarang. Kertas ini dibuat dari serat
bambu yang dihaluskan, disaring, dicuci, kemudian diratakan dan dikeringkan. Penemuan
ini juga memungkinkan sistem pencetakan yang dilakukan dengan menggunakan blok
kayu yang ditoreh dan dilumuri oleh tinta atau yang kita kenal sekarang dengan
sistem cap.
2. Masa Modern (1400 M – Sekarang)
A. Tahun 1455.
Pada 1455, untuk pertama
kalinya Johann Gutenberg mengembangkan mesin cetak dengan menggunakan
plat huruf yang terbuat dari besi dan dapat diganti-ganti dalam bingkai yang
terbuat dari kayu.
B. Tahun 1830.
Augusta Lady
Byron menulis program komputer yang pertama di dunia. Ia bekerja sama
dengan Charles Babbage menggunakan mesin analytical yang
didesain sehingga mampu memasukkan data, mengolah data, dan menghasilkan bentuk
keluaran dalam sebuah kartu. Mesin ini dikenal sebagai bentuk komputer digital
yang pertama, walaupun cara kerjanya lebih bersifat mekanis daripada bersifat
digital.
D. Tahun 1837.
Samuel
Morse mengembangkan telegraf dan bahasa kode morse bersama Sir
William Cook dan Sir Charles Wheatstone. Morse menggunakan kode-kode
sederhana untuk mewakili pesan-pesan yang ingin dikirimkan dengan menggunakan
pulsa listrik melalui kabel tunggal. Namun sinyal-sinyal yang dapat dikirim
dengan baik hanya berada dalam jarak 32 km. Untuk jarak yang lebih jauh,
sinyal-sinyal yang diterima menjadi terlalu lemah untuk direkam. Kemudian,
Morse membangun peralatan relai yang ditempatkan di setiap 32 km dari
stasiun sinyal. Relai tersebut berfungsi untuk mengulangi sinyal yang diterima
dan mengirimnya kembali ke 32 km berikutnya. Relai terdiri dari sakelar yang
dioperasikan secara elektromagnetik. Sistem telegraf kemudian segera digunakan
untuk bisnis yang membutuhkan pengiriman pesan secara cepat untuk jarak yang
jauh, seperti surat kabar dan pesan untuk perjalanan kereta api.
D. Tahun 1877.
Pada 1877, Alexander Graham Bell menciptakan dan
mengembangkan telepon yang dipergunakan pertama kali secara umum. Pada 1879,
sistem pemanggilan telepon mulai menggunakan nomor yang menggantikan sistem
pemanggilan nama. Hal ini untuk mencegah operator yang tidak mengenal semua
pelanggan. Sistem penomoran telepon menggunakan huruf dan angka, dimana nomor
telepon menggunakan sistem dua huruf dan lima digit angka.
E. Tahun 1889.
Pada 1889, Herman
Hollerith menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan
penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk
melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus yang dilakukan
pada 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan
berkembangnya populasi, Biro Sensus tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan
waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.
Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus
yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu dapat
menyimpan hingga 80 variabel. Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus
dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain memiliki keuntungan dalam
bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data.
Tingkat kesalahan perhitungan juga dapat ditekan secara drastis.
F. Tahun 1931.
Pada 1931, Vannevar
Bush membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial.
Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama
ini dianggap rumit oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Mesin tersebut sangat
besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan
perhitungan.
G. Tahun 1939.
Pada 1939, Dr. John V. Atanasoff dan dibantu
oleh Clifford Berry berhasil menciptakan komputer elektronik digital
pertama. Sejak saat ini, komputer terus mengalami perkembangan sehingga menjadi
semakin canggih. Mengenai sejarah perkembangan komputer ini akan dijelaskan
pada bagian berikutnya.
H. Tahun 1991 – Sekarang.
Sistem bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi
ketika CERN memungut bayaran dari para anggotanya untuk menanggulangi
biaya operasionalnya. Pada 1992, mulai terbentuk komunitas internet dan
diperkenalkannya istilah World Wide Web (www) oleh CERN. Pada
1993, NSFmembentuk InterNIC untuk menyediakan jasa pelayanan internet
menyangkut direktori dan penyimpanan data
serta database (oleh AT&T), jasa registrasi
(oleh Network Solution Inc), dan jasa informasi (oleh General
Atomics/CERFnet). Pada 1994, pertumbuhan internet melaju dengan sangat cepat
dan mulai merambah ke dalam berbagai segi kehidupan manusia dan menjadi bagian
yang tidak dapat dipisahkan dari manusia. Pada 1995, perusahaan umum mulai
diperkenankan menjadi provider dengan membeli jaringan di backbone.
Langkah ini memulai pengembangan teknologi informasi, khususnya internet dan
penelitian-penelitian untuk mengembangkan sistem dan alat yang lebih canggih.
2. Urgensi Teknologi Informasi Bagi
Kehidupan Manusia
Membantu mempercepat
pekerjaan manusia.
Dengan menggunakan
teknologi informasi dan komunikasi, pekerjaan manusia akan menjadi lebih cepat
dan mudah. Misalnya, proses pembuatan proposal yaysan sosial, apabila
menggunakan mesin ketik, maka diperlukan waktu yang lama dan dengan keakuratan
yang rendah. Lain halnya apabila dikerjakan dengan menggunakan komputer dan
printer untuk mencetaknya,pekerjaan ini akan menjadi lebih cepat dan akurat
untuk menyusun proposal yang akan dikerjakan.
Mempermudah komunikasi
jarak jauh.
Sebelum adanya teknologi
informasi dan komunikasi seperti sekarang ini, proses komunikasi masih bersifat
analog. Untuk mengirimkan kabar menuju keluarga yang letaknya jauh, harus
menggunkan surat dengan waktu tempuh lebih dari 2 hari, dan itupun terkadang
tidak sampai pada tujuan. Dengan teknologi sekarang, bisa menggunakan sms,
e-mail dan lain sebagainya yang merupakan produk teknologi informasi. Dengan
menggunakannya, maka jarak yang jauh bukan lagi menjadi hambatan dalam
berkomunikasi, waktu tempuhpun menjadi relatif singkat dengan keakuratan yang
sangat terjamin.
Mempermudah sistem
administrasi.
Sistem administrasi
tanpa menggunakan bantuan teknologi informasi dan komunikasi akan menjadi
lambat dan membutuhkan tempat yang besar. Dalam hal ini, misalny saja untuk
proses penghitungan suara oleh KPU. Dalam hitungan jam saja, sudah bisa
terakumulasi total suara dalam satu negara. Betapa besar manfaat adanya
teknologi ini. Bisa dibayangkan seandainya tidak ada teknologi ini, mungkin
diperlukan waktu hingga berbulan-bulan untuk melakukan penghitungan secara
manual.
Mempermudah proses
transaksi keuangan.
Sebelum berkembangnya
teknologi informasi dan komunikasi, proses transaksi keuangan dilakukan secara
konvensional. Nasabah harus mendatangi Bank untuk bertransaksi, begitu pula apabila
akan dilakukan trnasaksi jual beli, pihka pembeli harus bertemu dengan pihak
penjual untuk kemudian bertransaksi secara langsung. Namun, sekarang ini,
proses transaksi sudah bisa dilakukan melalui berbagai cara, yakni bisa melelui
ATM, SMS Banking dan E-Banking. Dengan cara- cara ini,
maka kedua belah pihak yang terlibat transaksi tidak harus bertemu.




